Rabu, 26 Mei 2010

ANALISIS SWOT SMP N 26 SMD

A N A L I S I S S W O T
Oleh : Tuti Susandra Dewi
MP 1 2010
Pasca Sarjana Unmul


Internal Sekolah
Strenghts (Kekuatan) Weaknesess (Kelemahan)
1. 100 % Guru S-1 1. Masih ada guru yang mengajar diluar keahliannya
2. Lingkungan suasana belajar disekolah nyaman (tenang,mendukung) 2. Tidak ada tenaga Laboran
3. Jumlah siswa dalam kelas kurang dari 30 orang 3. Tidak ada tenaga Tata Usaha
4. Fasilitas bangunan sekolah 80 %lengkap 4. Tidak ada tenaga Pustakawan
Eksternal Sekolah 5. Diberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi berupa bea siswa 5. Siswa Kurang peduliu terhadap kebersihan
Opportunitis (Peluang) STRATEGI (S – 0)
1 – 4 STARTEGI (W – O)
4 – 1
1. Adanya lomba-lomba akademik bagi siswa 1. Diberi kesempatan bagi guru S-1 untuk melanjutkan ke S-2 1.Bagi siswa akan mengikuti lomba, diijinkan untuk membawa pulang buku referensi (buku yang tidak boleh dibawa pulang)
2. Adanya lomba-lomba olahraga dan seni bagi siswa 2.Kesempatan melanjutkan S-2 bagi bagi guru PNS lebih utama 2. Bagi siswa yang akan mengikuti lomba, didampingi guru bidang studi untuk belajar diperpustakaan sekolah
3. Diberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti diklat
4. Diberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi
5. Tidak ada tempat-tempat rawan disekitar sekolah
Treat (Ancaman) STRATEGI (S – T)
2 - 1 STRATEGI (W – T)
5 - 4
1. Kurangnya motivasi orangtua dirumah dalam hal belajar 1. Adanya pemanggilan orang tua siswa yang bermasalah, untuk memotivasi belajar dirumah 1.Sebelum memulai pelajaran guru mengajak siswa untuk langsung membuat lingkungan bersih
2. Kurangnya dukungan orang tua terhadap kegiatan ekstrakurikuler 2. Pada saat pembagian rapot, orang tua diharapkan dapat memotivasi putra-putrinya dalam hal belajar 2.Satu bulan sekali kerja bakti untuk melancarkan sarana sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah
3. Tidak ada transportasi umum menuju kesekolah
4. Kurangnya terpenuhi sarana sanitasi
5. Tidak ada penjaga malam sekolah


Skor Legalitas Realitas Praktis
1 Sangat Tidak Legalitas Sangat Tidak Realitas Sangat Tidak Praktis
2 Tidak Legalitas Tidak Realitas Tidak Praktis
3 Ragu-ragu Ragu-ragu Ragu-ragu
4 Lagalitas Realitas Praktis
5 Sangat Legalitas Sangat Realitas Sangat Praktis

STRATEGI Legalitas (L) Realitas (R) Praktis (P) L X R X P
1 3 5 3 45
2 3 5 5 75
3 3 2 2 12
4 3 2 2 12
5 4 5 4 80
6 4 4 4 64
7 3 5 5 75
8 3 4 5 60

SRI Mulyani

SRI MULYANI INDRAWATI
Oleh : Tuti Susandra Dewi
NIM 0905136246
MP 1 2010



Riwayat Hidup
Sri Mulyani Indrawati (lahir di Tanjungkarang Lampung, 26 Agustus 1962) seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Sri Mulyani menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Ia kemudian dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas. Pada 5 Desember 2005 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan ("Reshuffle") kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.

Sebelum diangkat menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kabinet Indonesia Bersatu, Sri Mulyani hijrah ke Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, sebagai konsultan di USAid sejak Agustus 2001 dalam rangka kerjasama untuk memperkuat institusi di daerah. Yaitu, memberikan beasiswa S-2 untuk pengajar universitas di daerah. Disana ia banyak memberikan saran dan nasihat mengenai bagaimana mendesain program S-2 untuk pendidikan universitas di daerah maupun program USAid lainnya di Indonesia, terutama di bidang ekonomi. Di samping itu, ia juga mengajar tentang perekonomian Indonesia dan ekonomi makro di Georgia University serta banyak melakukan riset dan menulis buku.

Sri Mulyani Indrawati atau akrab dengan panggilan Mbak Ani, adalah seorang ekonom yang sering tampil di panggung-panggung seminar atau dikutip di berbagai media massa. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) ini juga sempat aktif menjadi penasehat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Seperti halnya di Indonesia, di Amerika ia juga sering mengikuti seminar, tetapi lebih banyak masalah internasional daripada di Indonesia.

Pada awal Oktober 2002, Sri Mulyani terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group). Sejak 1 November 2002, ia mewakili 12 negara anggota SEA Group di IMF. Tugasnya sebagai executive director terkait dengan pengambilan keputusan. Untuk menentukan berbagai program dan keputusan yang harus diambil IMF. Jadi ia tidak hanya mewakili kepentingan Indonesia, namun mewakili kepentingan negara-negara anggota di lembaga IMF maupun forum internasional yang relevan.

Riwayat Karir
Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1985–1986
Pengajar Program S1 dan Program Extension FEUI, S2, S3, Magister Manajemen Universitas Indonesia, 1986
Asisten Profesor, University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990–1992
Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994–1995
Research Associate, LPEM FEUI, 1992
Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FEUI, 1993–1995
Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei–Desember 1995
Anggota Kelompak Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan (BKKBN), 1995
Anggota Kelompok Kerja–GATS Departemen Keuangan RI, 1995
Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI, Mei 1995–Juni 1998
Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI, 1996-1999
Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996–2000
Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP 95507 Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute Pertanian Bogor, Juni 1998
Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998
Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni 1998
Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998
Nara Sumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998 s/d Maret 1999
Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999–2000,
Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, dan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, 15 Mei 1999
Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, 2004-2005
Plt menko Perekonomian KIB, Juni 2008-2009
Menteri Keuangan KIB, Desember 2005-2009








Pendidikan:
1981 – 1986 Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia Sarjana Ekonomi
1988 – 1990 University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A Master of Science of Policy Economics
1990 – 1992 University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A Ph. D of Economics

Profil Keluarga

Suami:
Tonny Sumartono
Anak:
Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan, dan Luqman Indra Pambudi











Sumber :
1. Judul : Sri Mulyani
Alamat : http://en.wikipedia.org/wiki/Sri_Mulyani_Indrawati
Penulis : Anonim
Pada tanggal : 21 Mei 2010 jam 21.34 wita

2. Judul : Detail biodata, Pejabat Menteri
Alamat : http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/ministers/popup_biodata_pejabat.asp?id=793
Penulis : Anonim
Pada Tanggal : 21 Mei 2010 jam 21.59 wita

3. Judul : Sri Mulyani “The Iron Lady”
Alamat : http://roemahku.wordpress.com/2009/02/21/sri-mulyani-the-iron-lady/
Penulis : Anonim
Pada tanggal : 21 Mei 2010 jam 22.20 wita

4. Judul : Selain Keluarga, Menkeu Didampingi Dirjen Depkeu
Alamat :http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/01/13/277921/selain-keluarga- menkeu-didampingi-dirjen-depkeu/
Penulis : Mosi Retnani Fajarwati
Pada : Tanggal 22 mei 2010 jam 01.34 wita

5. Judul : Sri Mulyani Indrawati
Alamat : http://www.the-az.com/sri-mulyani-indrawati/
Penulis : Anonim
Pada : Tanggal 21.Mei 2010 jam 23.23 wita
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Oleh : Tuti Susandra Dewi


PENDAHULUAN
Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju , mandiri dan modern. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. Dalam upaya meningkatkan kinerja pendidkan nasional, diperlukan suatu reformasi menyeluruh yang telah dimulai dengan kebijakan desentralisasi dan otonomi pendidikan sebagai bagian dari reformasi politik pemerintah. Pendidikan yang semula menjadi kewenangan pemerintah pusat kemudian dialihkan menjadi kewenangan pemerintah daerah, ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas menejemen pendidikan, sehingga diharapkan dapat ,memperbaiki kinerja pendidikan nasional. Dalam era otonomi dan desentralisasi, sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan, penyesuaian dan pembaharuan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis, yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat tanpa menghilangkan wawasan nasional.Usaha peningkatan mutu pendidikan telah banyak namun hasilnya belum begitu menggembirakan. Sistem pemerintahan yang jelas batas dan aturannya seakan akan menjadi negara yang sudah tidak jelas lagi batasannya, keadaan ini membawa akibat tata aturan yang hanya menekankan tata aturan nasional saja. Fenomena ini berpengaruh terhadap dunia pendidikan sehingga desentralisasi pendidikan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tentu saja desentralisasi pendidikan bukan berkonotasi negatif, yaitu unutuk mengurangi wewenang atau intervensi pejabat atau unit pusat melainkan lebih berwawasan keunggulan. Dengan demikian desentarlisasi pendidikan bertujuan untuk memberdayakan peranan unit bawah atau masyarakat dalam menangani persoalan pendidikan dilapangan, dengan adanya Menejemen Berbasis Sekolah (MBS) diharapkan dapat mengatasi persoalan dilapangan dalam hal ini sekolah.

PENGERTIAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah adalah sistem manajemen di mana sekolah merupakan unit pengambilan keputusan penting tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri yang memberikan kesempatan pengendalian lebih besar bagi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua atas proses pendidikan di sekolah mereka.

KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.


KAREKTERISTIK
Manajemen Berbasis Sekolah menyediakan layanan pendidikan yang komprehensif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat di mana sekolah itu berada dengan ciri-ciri yang dapat dilihat dari sudut sejauh mana sekolah tersebut dapat mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, pengelolaan SDM, proses belajar-mengajar dan pengelolaan sumber daya administrasi.

KEPEMIMPINAN DALAM MENAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Kepala Sekolah dalam hal ini sebagai pemimpin, hendaknya memiliki dasar kepemimpinan transformasional, yaitu :
1. Memiliki kharisma yang didalamnya termuat perasan cinta antara kepala sekolah dan staf secara timbal balik, sehingga memberikan rasa aman, percaya diri dana saling percaya dalam bekerja.
2. Memiliki kepekaan individual yang memberikan perhatian setiap staf berdasarkan minat dan kemampuan staf untuk mengembangkan profesionalnya.
3. Memiliki kemampuan dalam memberikan simulasi intelektual terhadap staf, Kepala sekolah mampu mempengaruhi staf untuk berfikir dan mengembangkan atau mencari berbagai alternatif baru

KESIMPULAN
Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan meningkatkan mutu pendidikan.
Dengan adanya MBS sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari atas.
Sekolah lebih bertanggung jawab terhadap perawatan, kebersihan dan penggunaan fasilitas sekolah, yang akhirnya akan meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dikelas.
Sekolah membuat perencanaan sendiri dan mengambil inisiatif sendiri dengan melibatkan masyarakat.
Kepala sekolah dan guru dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak disekolah.



TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

ULASAN ARTIKEL
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
(MBS)








Oleh :
Tuti Susandra Dewi
NIM : 0905136246


MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH


PENDAHULUAN
Rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah merupakan permasalahan pendidikan di Indonesia, berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Berbagai usaha telah dilakukan baik dari kurikulum, guru maupun sarana dan prasaranya, namun belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Dari berbagai pengamatan dan analisis, ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata, yaitu :
1. Penerapan pendekatan education production function memusatkan pada input pendidikan dangan kurang memperhatikan pada proses pendidikan, padahal proses pendidikan sangat menentukan output pendidikan.
2. Penyelenggaraan pendidikan nasional dilakaukan secara birokratik-sentralistik. Sekolah merupakan subordinasi dan birokrasi diatasnya sehingga sekolah kehilangan kemandirian, keluwesan, motivasi, kreatifitas/inisiatif untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya termasuk peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu tujuan pendidikan nasional.
3. Peran serta warga sekolah khususnya guru dan peran serta masyarakat khususnya orangtua siswa dalam penyelenggaran pendidikan selama ini sangat minim. Dalam pengambilan keputusan, guru sering diabaikan, partipasi masyarakat hanya sebatas dukungan dana.
Dari kenyataan-kenyataan tersebut tentu saja perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah melakukan orientasi penyelenggaraan pendidikan, yaitu dengan manajemen peningkatan mutu berbasis pusat menuju manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).


PENGERTIAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah dapat diartikan sebagai model manajemen yang memeberikan otonomi lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibilitas/keluwesan-keluwesan kepala sekolah dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah dan mayarakat, untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta perundang-undangan yang berlaku, sekolah diberikan kewenangan untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan keinginan dan tuntutan sekolah serta masyarakat atau stacholder yang ada.


KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.


KAREKTERISTIK
Manajemen Berbasis Sekolah menyediakan layanan pendidikan yang komprehensif dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat di mana sekolah itu berada dengan ciri-ciri yang dapat dilihat dari sudut sejauh mana sekolah tersebut dapat mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, pengelolaan SDM, proses belajar-mengajar dan pengelolaan sumber daya administrasi.


KEPEMIMPINAN DALAM MENAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Kepala Sekolah dalam hal ini sebagai pemimpin, hendaknya memiliki dasar kepemimpinan transformasional, yaitu :
1. Memiliki kharisma yang didalamnya termuat perasan cinta antara kepala sekolah dan staf secara timbal balik, sehingga memberikan rasa aman, percaya diri dana saling percaya dalam bekerja.
2. Memiliki kepekaan individual yang memberikan perhatian setiap staf berdasarkan minat dan kemampuan staf untuk mengembangkan profesionalnya.
3. Memiliki kemampuan dalam memberikan simulasi intelektual terhadap staf, Kepala sekolah mampu mempengaruhi staf untuk berfikir dan mengembangkan atau mencari berbagai alternatif baru


KESIMPULAN
Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan meningkatkan mutu pendidikan.
Dengan adanya MBS sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari atas.
Sekolah lebih bertanggung jawab terhadap perawatan, kebersihan dan penggunaan fasilitas sekolah, yang akhirnya akan meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dikelas.
Sekolah membuat perencanaan sendiri dan mengambil inisiatif sendiri dengan melibatkan masyarakat.
Kepala sekolah dan guru dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak disekolah.







Oleh :
Tuti Susandra Dewi
NIM 0905136246
Program Studi : Manajemen Pendidikan

Sabtu, 22 Mei 2010

Tugas 4 Adriyanto

STATISTIK PARAMETRIK

Statistika parametrik adalah statistika yang di dalam pengolahan datanya menggunakan parameter yang spesifik seperti rata-rata populasi (μ) atau varians (σ2). Pengambilan kesimpulan mengenai parameter tersebut didasarkan pada data yang ada pada sample. Misalnya, untuk menaksir parameter rata-rata populasi dipakai rata-rata beberapa sample. Ini membutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu. Dengan kata lain, data sampel tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar absah untuk dijadikan dasar dalam penarikan kesimpulan mengenai parameter populasi tersebut, untuk tujuan penarikan kesimpulan.

Statistika parametrik merupakan ilmu statistika yang mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data, yaitu apakah data menyebar normal atau tidak. Pada umumnya, Jika data tidak menyebar normal, maka data harus dikerjakan dengan metode Statistika non-parametrik, atau setidak-tidaknya dilakukan transformasi agar data mengikuti sebaran normal, sehingga bisa dikerjakan dengan statistika parametrik.

Statistika parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu (asumsi-asumsi) tentang variabel random atau populasi yang merupakan sumber sampel penelitian.

Statistik Parametrik : digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik , atau menguji ukuran populasi melalui data sampel.

Pengertian parameter populasi adalah data yang diperoleh dengan mencatat semua elemen yang menjadi obyek penelitian dan merupakan nilai yang sebenarnya (true value). Sedangkan pengertian statistik disini adalah data yang diperoleh dari sampel dan merupakan nilai perkiraan (estimated value).

Parameter populasi antara lain meliputi : rara-rata (µ), simpangan baku (σ), varians (σ²). Sedangkan statistiknya adalah : rata-rata (x bar), simpangan baku (s) dan varians (s²).

Statistik Parametrik memerlukan terpenuhi banyak asumsi, antara lain asumsi yang utama adalah data yang dianalisis harus berdistribusi normal, selanjutnya dalam penggunaan salah satu test mengharuskan data homogin, dalam regresi harus terpenuhi asumsi linieritas

Statistik Parametrik banyak digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio.

Dalam Statistik Parametrik diperlukan syarat bahwa data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Untuk itu perlu dilakukan pengujian normalitas data.

Pengujian normalitas data antara lain dilakukan dengan : t-test

Uji yang digunakan dalam statistik Paremetrik antara lain :

1. Z – test

2. T – test (berpasangan dan tidak berpasangan)

3. Tes Proporsi

4. Korelasi Pearson

5. Analisis Varians dll